PD aja lagi..

Seringkali kita merasa bahwa kita adalah seseorang yang tidak memiliki kemampuan yang dimiliki orang lain. Apakah kita pernah berpikir, bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikannya tersendiri? Bahwa kekurangan kita akan diisi orang lain, pun jua kelebihan kita akan mengisi kekurangan orang lain.

Teman-teman, kita tercipta di dunia untuk melakukan sesuatu, bukan melakukan semuanya!! Seorang pelari paling ternamapun pasti akan kalah saat ia harus mengikuti lomba renang, seorang atlet renang akan kalah jika ia diharuskan mengikuti kejuaraan atletik lempar lembing.

Itulah yang biasa kita temukan pada diri kita. Kita selalu menunjukkan aspek yang tidak kita kuasai sehingga kita senantiasa melihat dan menunjukkan diri kita pada titik terlemah dan bukan titik terkuat.

Setiap dari kita telah diciptakan dengan kriteria yang berbeda-beda. So, jika teman-teman kita memang hebat dalam matematika, maka mengapa harus memaksakan diri menyainginya sementara kita memiliki kapasitas kemampuan yang lebih besar di bidang kimia?

Percaya diri, jawaban atas keminderan kita menunjukkan diri kita sebenarnya. Jangan takut ditertawakan, karena hanya kita yang tahu kapasitas diri ini. Jika kita merasa yakin pada diri ini, maka tidak ada yang tidak mungkin untuk kita lakukan. Ingat, kita diciptakan bukan untuk menguasai semua hal.

Diri kita adalah makhluk terunik yang diciptakan Allah. So, Be Your Self!!

Mengapa Harus Menyerah??

Berakhirnya perjalanan yang tengah kutempuh, hanya kan datang apabila aku benar-benar telah menyerah pada kerasnya kehidupan yang kujalani.

Seringkali aku berhenti kala kurasakan uji ini telah terlalu berat untuk kutanggung sendiri. Namun, haruskah aku kalah ketika perjuangan ini telah teramat jauh ku tempuh??

Kembali ku berpikir.. mengapa harus mengeluhkan kasih yang Ia berikan melalui uji ini? Aku selalu menenangkan bathin dengan berkata pada hatiku bahwa tiada uji yang TERLALU berat, tiada masa yang TERLALU sulit dihadapi. Ada Dzat yang telah mengatur batas kapasitas diri ini dalam menghadapi uji. Ada Dzat yang mengetahui kemampuan yang tidak diketahui diri melainkan sedikit sekali.

Allah.. hanya Ia yang tahu.

Allah.. Khalik yang memberikan penawar duka setelah sakitnya.

Allah.. Rohman yang senantiasa membentangkan harap bagi hamba-Nya yang meminta.

Hanya Allah.. Hanya Allah.. yang tahu dengan sebenar-benarnya tentang hatiku, hatimu, beserta kemampuan kita dalam menghadapi uji-Nya.

Lalu, mengapa harus menyerah??