Perjalanan HIdup

Hidup ini bagai sebuah pelayaran ditengah laut kelam. Aku ada diatas sebuah kapal yang bergantung pada angin.

Namun tiba-tiba, kapalku karam!!

Aku teriak.. Jauh nian aku dari daratan. Hanya derak kayu bergoyang ditengah mauk badai. Namun, aku tak menyerah.. Haruskah aku kalah setelah kutempuh setengah perjalanan?

Hidup, bagai suatu pelayaran. Angin itu adalah uji dan nikmat. Badai itulah cobaan dalam hidup. Seringkali sakit, terluka, terlunta dalam hadapinya. Badai itu angin besar!!

Namun tahukah, tak selamanya badai kawan.. Angin itu kan kembali sejuk menentramkan. Ialah yang kan sampaikan kita pada daratan terindah. Dan itulah syurga. Syurga terindah, penuh istana.. mata air memancar, sungai penyh pesona, pohon kurma, rerimbum zaitun. Indah..

Namun, saat kita tak mampu hadapi badai, jatuhlah kapal tertumpang ke dasar lautan. Tak selamat, tiada tertolong.. Jatuh selamanya ke Naar penuh siksa.

Kembali

Ternyata aku takut.. Bila malam ini harus berpisah pergi. Terasa dengan sangat bila aku sepi bila harus sendiri.. dan aku rentan saat kesepian. Teman, sampaikan pada Robbku.. dalam tangis di shalat malammu. Katakan kepadanya bahwa aku amat rindu bermunajat kepadanya disela gulita. Semoga dengan lantunan doamu, aku mampu bertaqorrub ilallah. Karena aku, sangat ingin kembali..

 

“dari seorang sahabat”