<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ukhtiaifa&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ukhtiaifa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com</link>
	<description>Menuju Pertemuan Terindah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 08:45:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ukhtiaifa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/ff23a1ebf3f48a55e412df090a465c23?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ukhtiaifa&#039;s Blog</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ukhtiaifa.wordpress.com/osd.xml" title="Ukhtiaifa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ukhtiaifa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cerita Indah Dari Negeri Dongeng</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/10/cerita-indah-dari-negeri-dongeng/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/10/cerita-indah-dari-negeri-dongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 13:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[BEC]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Menginjakkan kaki di bumi Cikiray pertama kali, merupakan suatu pengalaman yang takkan pernah terlupakan. Melalui serangkaian tes yang membuat dada berdebar, kian tak tentu karena penantian atas suatu keputusan yang bahkan aku tak tahu hasilnya nanti. Akhirnya setelah butir-butir keringat yang aku keluarkan, menetes tak terperi layaknya manusia kegerahan di sabana terluas, atas izin-Nya aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=131&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menginjakkan kaki di bumi Cikiray pertama kali, merupakan suatu pengalaman yang takkan pernah terlupakan. Melalui serangkaian tes yang membuat dada berdebar, kian tak tentu karena penantian atas suatu keputusan yang bahkan aku tak tahu hasilnya nanti.</p>
<p>Akhirnya setelah butir-butir  keringat yang aku keluarkan, menetes tak terperi layaknya manusia kegerahan di sabana terluas, atas izin-Nya aku mendapatkan kesempatan itu. Kesempatan yang bahkan tak pernah kubayangkan dalam diri ini akan menjadi nyata. Aku lulus!! Aku kuliah di <a href="http://bogoreducare.org">BEC</a>.</p>
<p>Aku melalui hari-hari yang menyenangkan di kampus baruku. Aku berteman, bersahabat, menjalin kekerabatan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Mendapatkan banyak sahabat, merupakan anugerah terindah dalam hidupku. Namun, BEC tentulah bukan hanya sekedar tempat untuk menjalin persahabatan. Meskipun banyak cerita tentang indahnya pertemanan, cerita itupun mengalir dalam kehidupan pembelajaran di <a href="http://bogoreducare.org">Bogor EduCARE</a> yang aku lalui kemudian.</p>
<p>Belajar!!! Suatu irama yang berdetak kencang dalam kehidupanku di BEC, mengalir bagai air terjun yang jatuh ke peraduannya. Indah, penuh nada yang mengalun mewarnai ritme nafas hidupku.</p>
<p>Aku bahagia belajar di BEC, rasanya aku tak menemukan kata lain selain bahagia. Aku belajar bagaimana menghargai orang lain, belajar mencintai kekurangan dan kelebihan diri sendiri, Menerima segalanya dengan rasa  &#8220;indah&#8221;.</p>
<p>Jika kau bertanya padaku tentang dukaku di BEC, dapat kukatakan tak ada. Segalanya telah begitu baik Allah berikan padaku, <a href="http://bogoreducare.org">Kuliah Gratis</a>, dan semua fasilitas yang begitu baiknya. Bagiku, segalanya adalah pembelajaran tentang memahami arti hidup. Mencintai Sang Maha Pemililk Cinta.</p>
<p>Belajarku di kelas Grammar, Speaking, Business Writing, Web Internet, Graphic Design, dll,  yang kulalui dengan dosen-dosen yang telah kuanggap kawan karib membuat tugas yang membebani pundakku tak terasa bagaikan beban, namun laksana selendang sutra yang bahkan tak memberatkan sama sekali.</p>
<p>Aku bahagia disana. Aku menemukan kegembiraan dengan kawan dan sahabatku. Bahkan jika boleh kukatakan, kinipun aku senang berkawan dengan Grammar yang dimusuhi hampir seluruh mahasiswa. Aku mulai menyenangi tumpukan tugas yang membuat kamarku berantakan seperti kapal pecah. Aku menyukai segalanya sekarang.</p>
<p>Dan kini, ketika masa perpisahanku dengan tugas dan dosen-dosen yang kusayangi telah  tiba, aku tak menyesal telah mengenal mereka, aku tak menyesal harus pergi meninggalkan mereka. Karena Allah  telah begitu baik menghimpunkan sejuta kenangan indah yang mengkristal dalam relung hati ini. Mungkin sampai nanti. Ketika masa perjumpaan itu telah tiba. Perjumpaan Terindah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=131&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/10/cerita-indah-dari-negeri-dongeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir Permulaan</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/akhir-permulaan/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/akhir-permulaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[akhir permulaan]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[surat sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman, apapun yang kita lalui dalam hidup adalah bukti cinta yang Allah tunjukkan pada kita, hambanya. Dalam hidup ini, pastilah suka itu muncul setelah duka. Tawa itu hadir setelah tangisnya. Terang itu tiba setelah gelapnya. Yakinlah teman, segala sesuatu didunia ini telah diatur  oleh Sang Maha Pengatur. Jangan pernah ragukan kekuasaan dalam genggaman-Nya. Aku percaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=126&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman, apapun yang kita lalui dalam hidup adalah bukti cinta yang Allah tunjukkan pada kita, hambanya. Dalam hidup ini, pastilah suka itu muncul setelah duka. Tawa itu hadir setelah tangisnya. Terang itu tiba setelah gelapnya.</p>
<p>Yakinlah teman, segala sesuatu didunia ini telah diatur  oleh Sang Maha Pengatur. Jangan pernah ragukan kekuasaan dalam genggaman-Nya.</p>
<p>Aku percaya, kalian, aku dan seluruh hamba-Nya mampu hadapi semua uji yang Allah beri.</p>
<p>Yakinlah, selalu ada akhir dari permulaan.</p>
<p style="text-align:right;"><em><span style="color:#333399;">special for my friend wherever you are</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=126&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/akhir-permulaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Buat Sahabat</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/surat-buat-sahabat/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/surat-buat-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>
		<category><![CDATA[surat sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Suatu rasa kurasakan hadir dalam dada, kala aku bertemu kalian. Ada yang pergi menghilang, saat canda tawa menghias wajah-wajah kalian. Aku tak sadari tentang apa aku bicara, aku tak pahami mengenai hal apa aku berkata. Aku hanya tahu satu hal. Hanya satu yang kupahami saat ini. Aku bahagia bersama kalian, aku senang dalam duka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=119&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Suatu rasa kurasakan hadir dalam dada, kala aku bertemu kalian. Ada yang pergi menghilang, saat canda tawa menghias wajah-wajah kalian. Aku tak sadari tentang apa aku bicara, aku tak pahami mengenai hal apa aku berkata. Aku hanya tahu satu hal. Hanya satu yang kupahami saat ini. Aku bahagia bersama kalian, aku senang dalam duka yang datang. Aku hanya yakini satu hal. Tentang indah arti persahabatan yang kalian tawarkan. Aku hanya sadari satu hal. Inilah ukhuwah, inilah indah persaudaraan. </em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=119&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/surat-buat-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijrah</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/hijrah/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/hijrah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[asmaul husna]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Aku menyadari kesepianku namun tak sadari keberadaan-Mu Aku memahami kelemahanku namun ta pahami kebesaran-Mu Aku merasai gundahku namun tak rasai keagungan-Mu Aku menangis, merasakan hampa perasaanku sendiri namun  tak sadari kesalahan terbesarku tak pahami besar kasih yang Kau beri melaluinya Aku perih, penuh kesah dalam munajat doa yang terucap namun aku tak tak pahami kecintaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=116&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menyadari kesepianku</p>
<p>namun tak sadari keberadaan-Mu</p>
<p>Aku memahami kelemahanku</p>
<p>namun ta pahami kebesaran-Mu</p>
<p>Aku merasai gundahku</p>
<p>namun tak rasai keagungan-Mu<span id="more-116"></span></p>
<p style="text-align:right;">Aku menangis,</p>
<p style="text-align:right;">merasakan hampa perasaanku sendiri</p>
<p style="text-align:right;">namun  tak sadari kesalahan terbesarku</p>
<p style="text-align:right;">tak pahami besar kasih yang Kau beri melaluinya</p>
<p style="text-align:left;">Aku perih,</p>
<p style="text-align:left;">penuh kesah dalam munajat doa yang terucap</p>
<p style="text-align:left;">namun aku tak tak pahami kecintaan yang Kau kirim besertanya</p>
<p style="text-align:right;">Robbie ya Ghoffar,</p>
<p style="text-align:right;">bukan Engkau yang tak pahami sakit derita hamba</p>
<p style="text-align:right;">hambalah yang menyengsarakan hidup  sendiri</p>
<p style="text-align:right;">dengan tak pedulikan maksud uji yang Kau beri</p>
<p style="text-align:left;">Rohman ya Rohim,</p>
<p style="text-align:left;">bukan Engkau yang tak menatap hamba</p>
<p style="text-align:left;">hambalah yang buta</p>
<p style="text-align:left;">tak bisa melihat diantara berjuta nikmat</p>
<p style="text-align:right;">Ya Mutakabbir,</p>
<p style="text-align:right;">ingin  hamba sudahi kebodohan diri ini</p>
<p style="text-align:right;">ingin lepaskan belenggu ini</p>
<p style="text-align:right;">bantu hamba, Robb..</p>
<p style="text-align:right;">bantu hamba melihat dalam gelap</p>
<p style="text-align:right;">bimbing hamba menuju-Mu</p>
<p style="text-align:right;">menuju kesudahan derita ini</p>
<p style="text-align:right;">Hijrah..</p>
<p style="text-align:right;">bantulah hamba berhijrah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=116&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/08/hijrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rinduku Padamu</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/rinduku-padamu/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/rinduku-padamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 14:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sambut ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Ada rasa yang tak kumengerti hadir padaku menyelinap merasuki ruang kosong dalam hati ada sesuatu disana Ada rasa yang tak kupahami memenuhi bagian terdalam jiwaku rasa yang tak biasa, namun penuh kehangatan disana Kupejamkan mata ini sejenak, bertanya pada qolbu yang damai ada apa gerangan?? Dan kini kutemukan jawabannya, Kerinduan itulah yang menyeruak jiwa Kerinduan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=109&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada rasa yang tak kumengerti hadir padaku</p>
<p>menyelinap merasuki ruang kosong dalam hati<span id="more-109"></span></p>
<p>ada sesuatu disana</p>
<p>Ada rasa yang tak kupahami memenuhi bagian terdalam jiwaku</p>
<p>rasa yang tak biasa, namun penuh kehangatan disana</p>
<p>Kupejamkan mata ini sejenak,</p>
<p>bertanya pada qolbu yang damai</p>
<p>ada apa gerangan??</p>
<p>Dan kini kutemukan jawabannya,</p>
<p>Kerinduan itulah yang menyeruak jiwa</p>
<p>Kerinduan atas masa terindah yang kan segera hadir</p>
<p>Rinduku padamu Ramadhan,</p>
<p>rinduku pada bulan agung yang kuharap mampu kuraih, kudekap, kupeluk dengan sejuta kerinduan yang menyeruak seisi dunia</p>
<p>Biarlah, agar mereka tahu</p>
<p>Jika aku memang benar-benar merindukanmu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=109&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/rinduku-padamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban yaa Ramadhan</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/marhaban-yaa-ramadhan/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/marhaban-yaa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 14:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[bulan penuh hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[bulan suci]]></category>
		<category><![CDATA[marhaban yaa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sambut hadirmu bagai menghitung nafas yang berhembus merasakan aliran udara yang memenuhi rongga dada sesak karena bahagia sesak atas gairah tak bertepi Aku disini, masih disini penuh harap, doa tak berujung tuk perjumpaan dengan bulan dinanti Marhaban yaa Ramadhan, Kunanti kemuliaan yang dijanjikan Robb-ku Perjumpaan teragung dengan 2 hal terindah dalam hidup Perjumpaanku denganmu, perjumpaanku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=106&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambut hadirmu bagai menghitung nafas yang berhembus</p>
<p>merasakan aliran udara yang memenuhi rongga dada<span id="more-106"></span></p>
<p>sesak karena bahagia</p>
<p>sesak atas gairah tak bertepi</p>
<p>Aku disini, masih disini</p>
<p>penuh harap, doa tak berujung tuk perjumpaan dengan bulan dinanti</p>
<p>Marhaban yaa Ramadhan,</p>
<p>Kunanti kemuliaan yang dijanjikan Robb-ku</p>
<p>Perjumpaan teragung dengan 2 hal terindah dalam hidup</p>
<p>Perjumpaanku denganmu, perjumpaanku dengan Robbku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=106&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/marhaban-yaa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penetapan 1 Ramadhan</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/penetapan-1-ramadhan/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/penetapan-1-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 14:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[penetapam 1 Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG–Penetapan 1 ramadhan, pada 2009 ini diprediksi seragam tidak akan ada perbedaan. Yaitu, jatuh pada Sabtu, 22 Agustus. Karena, menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, pada tanggal 20 Agustus bulan masih di bawah ufuk. Sehingga, digenapkan pada 22 Agustus. ”Tahun ini, permulaan awal ramadhan semuanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=101&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>BANDUNG–Penetapan 1 ramadhan, pada 2009 ini diprediksi seragam tidak akan ada perbedaan. Yaitu, jatuh pada Sabtu, 22 Agustus. <span id="more-101"></span>Karena, menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, pada tanggal 20 Agustus bulan masih di bawah ufuk. Sehingga, digenapkan pada 22 Agustus. ”Tahun ini, permulaan awal ramadhan semuanya sama. Bahkan, sampai ke negara Arabpun akan seragam,” ujar Thomas kepada Republika, Selasa (28/7).</p>
<p>Menurut Thomas, tahun ini semua organisasi islam (Ormas) yang ada di Indonesia akan menetapkan waktu permulaan ramadhan sama. Hal itu terjadi, karena ketinggian bulannya. Kalau kurang dari 2 derajat, akan berpotensi penetapan yang berbeda. Karena, batas 2 derajat itu yang menyebebkan penetapan kriteria Ormas yang ada di Indonesia berbeda.</p>
<p>NU, sambung Thomas, menetapkan awal ramadhan pada 2 derajat. Sementara, Muhamadiyah, setara dengan 0 derajat sehingga sering kali berbeda. Namun, tahun ini posisi bulan di awal ramadhan masih di bawah ufuk sehingga akhir ramadhan sudah tinggi.”Penetapan awal ramadhan semua Ormas sama, di Indonesia sudah sering terjadi tahun ini bukan yang pertama. Hal ini memungkinkan terjadi, asal posisi bulan dan matahari tidak menumbulkan kontroversi karena ketigggiannya masih di bawah ufuk,” papar Thomas.</p>
<p>Menurut Thomas, Muhamadiyah memang lebih awal mengumumkan permulaan ramadhan karena berdasarkan hisab jadi bisa langsung memutuskan. Persis, kata dia, dalam waktu dekat akan segera mengumumkan. Sementara NU, menunggu hasil ru’yat. Namun, hasil ru’yat NU pasti sama dengan Muhamadiyyah.</p>
<p>Thomas mengatakan, meskipun tahun 2009 ini sama tapi tahun depan penetapan awal ramadhan bisa berbeda lagi. Kalau, tidak ada penyamaan kriteria. Jadi, kata dia, menjadi tantangan Depag untuk menyamakan kriteria semua Ormas. Tahun, kesepakatan penyamaan kriteria harus ada.</p>
<p>Karena, lanjut Thomas, langkah awal penyamaan kriteria itu sudah dilakukan pada pertemuan di PB NU dan Muhamadiyah. Nantinya, hanya tinggal membicarakan teknis lanjutan kriterianya seperti apa.”Kami berharap di 2009 ini ada solusi permasalahan perbedaan kriteria. Kalau tidak, tahun depan dipastikan akan ada perbedaan idul adha dan tahun berikutnya akan ada perbedaan syawal,” kata Thomas.</p></div>
<div>diunduh dari:</div>
<div>http://adioecoep.wordpress.com</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=101&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/08/06/penetapan-1-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Membaca Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/keutamaan-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/keutamaan-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 14:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[hot news]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan membaca alquran]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[tips membaca alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Al-Qur’an yang terbesar bahwa ia merupakan kalam Allah SWT. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=71&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keutamaan Al-Qur’an yang terbesar bahwa ia merupakan kalam Allah SWT. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”<em>Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya</em>.” (HR. Bukhori).<span id="more-71"></span></p>
<p>Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur’an. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Mas’ud: Suatu ketika Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata: “<em>Ya Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?</em>”. Dijawab nabi SAW: “<em>Saya ingin mendengar dari orang lain</em>”. Ibnu Mas’ud berkata, ”<em>Maka saya bacakan surat An Nisa hingga sampai pada ayat</em> “<em>Fa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’na bika ’ala ha’ula’i syahiida</em>” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu). Nabi bersabda, “<em>Cukuplah sampai di sini</em>”. Saya menoleh melihat nabi SAW sedang bercucuran air mata.“ {HR. Bukhori dan Muslim}.</p>
<p>Sahabat Rasulullah SAW juga selalu membaca Al-Qur’an. Ketika mereka menemukan ayat yang berkaitan dengan azab Allah, mereka membacanya berulang-ulang hingga berlinang air mata. Abu Bakar RA, jika beliau menjadi imam ketika sholat, maka akan terdengar isakan tangis beliau. Suatu ketika seorang sahabat ingin ke pasar mendapati Asma binti Abu Bakar membaca salah satu ayat diulang-ulang sambil menangis. Ketika sahabat tersebut kembali dari pasar, ia masih membaca ayat yang sama sambil menangis. Itulah sikap Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika membaca Al-Qur’an. Kita sebagai ummat dan sebagai generasi penerusnya berusaha untuk bersikap seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ketika membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Banyak keutamaan yang telah diraih oleh Rasulullah SAW dan sahabatnya disebabkan mereka banyak membaca dan merenungkan isi kandungan Al-Qur’an. Bahkan diantara sahabat Rasulullah SAW ada yang menyaksikan dan merasakannya secara langsung. Diantara keutamaan membaca Al-Qur’an, yaitu:</p>
<p><strong>1.      Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT</strong></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “<em>Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia</em>”. Sahabat bertanya, ”<em>Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?</em>”. Beliau menjawab, “<em>Ahli Al-Qur’an adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus</em>.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)</p>
<p>Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda: Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al-Qur’an, “<em>Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca</em>. “ (HR Tirmidzi)</p>
<p><strong>2.      Al-Qur’an akan menjadi penolong di hari kiamat</strong></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “<em>Sesungguhnya Al-Qur’an bertemu pembacanya pada hari kiamat saat kuburannya dikuak, dalam rupa seorang laki-laki yang pucat. Dia (Al-Qur’a) bertanya, “apakah engkau mengenalku? Dia menjawab, “aku tidak mengenalmu!”. Al-Qur’an berkata, “Aku adalah temanmu, Al-Qur’an, yang membuatmu kehausan pada siang hari yang panas dan membuatmu terjaga pada malam hari. Sesungguhnya pedagang itu mengharapkan hasil dagangannya, dan sesungguhnya pada hari ini aku adalah milikmu dari hasil seluruh perdaganganmu, lalu dia memberikan hak milik orang itu Al-Qur’an dengan tangan kanan dan memberikan keabadian dengan tangan kirinya, lalu di atas kepalanya disematkan mahkota yang berwibawa, sedangkan Al-Qur’an mengenakan 2 pakaian yang tidak kuat disangga oleh dunia. Kedua pakaian ini bertanya, “Karena apa kami engkau kenakan?”. Ada yang menjawab: “Karena peranan Al-Qur’an. Kemudian dikatakan kepada orang itu,”Bacalah sambil naik ketingkatan-tingkatan syurga dan biliknya, maka dia naik sesuai dengan apa yang dibacanya, baik baca dengan cepat, maupun dengan tartil</em>.” (HR Ahmad).</p>
<p>Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “<em>Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya</em>.” (HR Muslim).</p>
<p>Dari An Nawas bin Sam’an, Rasulullah SAW bersabda, ”<em>Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan Ali Imran yang akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya</em>.” (HR. Muslim)</p>
<p><strong>3.      Setiap huruf akan mendapat 10 ~ 700 pahala</strong></p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” <em>Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf</em>.” (HR Tirmidzi)</p>
<p><strong>4.      Akan mendapat doa dari para malaikat</strong></p>
<p>Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”<em>Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat</em>.” (HR Bukhori, Muslim)</p>
<p><strong>5.      Akan mendapat ketenangan </strong></p>
<p>Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”<em>Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu</em>.” (HR Bukhori dan Muslim).</p>
<p>Wallahu’alam</p>
<p>diunduh dari. http//beranda.blogsome.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=71&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/keutamaan-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan HIdup</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/perjalanan-hidup/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/perjalanan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 13:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[hot news]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini bagai sebuah pelayaran ditengah laut kelam. Aku ada diatas sebuah kapal yang bergantung pada angin. Namun tiba-tiba, kapalku karam!! Aku teriak.. Jauh nian aku dari daratan. Hanya derak kayu bergoyang ditengah mauk badai. Namun, aku tak menyerah.. Haruskah aku kalah setelah kutempuh setengah perjalanan? Hidup, bagai suatu pelayaran. Angin itu adalah uji dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=50&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup ini bagai sebuah pelayaran ditengah laut kelam. Aku ada diatas sebuah kapal yang bergantung pada angin.</p>
<p>Namun tiba-tiba, kapalku karam!!</p>
<p>Aku teriak.. Jauh nian aku dari daratan. Hanya derak kayu bergoyang ditengah mauk badai. Namun, aku tak menyerah.. Haruskah aku kalah setelah kutempuh setengah perjalanan?</p>
<p>Hidup, bagai suatu pelayaran. Angin itu adalah uji dan nikmat. Badai itulah cobaan dalam hidup. Seringkali sakit, terluka, terlunta dalam hadapinya. Badai itu angin besar!!</p>
<p>Namun tahukah, tak selamanya badai kawan.. Angin itu kan kembali sejuk menentramkan. Ialah yang kan sampaikan kita pada daratan terindah. Dan itulah syurga. Syurga terindah, penuh istana.. mata air memancar, sungai penyh pesona, pohon kurma, rerimbum zaitun. Indah..</p>
<p>Namun, saat kita tak mampu hadapi badai, jatuhlah kapal tertumpang ke dasar lautan. Tak selamat, tiada tertolong.. Jatuh selamanya ke Naar penuh siksa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=50&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/perjalanan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Tanpa Status</title>
		<link>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/hubungan-tanpa-status/</link>
		<comments>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/hubungan-tanpa-status/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 13:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ukhtiaifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[share yuk..]]></category>
		<category><![CDATA[HTS]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan tanpa status]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa status]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiaifa.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Kami Tak Ingin Disebut ’Pacaran’- Saya paham bahwa dalam Islam kita harus menjaga pandangan dan tidak boleh  bersentuhan. Namun, dalam kondisi tertentu hal tersebut sulit dijalankan. Saya pernah memiliki perasaan suka yang berbalas dengan seorang ikhwan. Saya adalah tipe orang yang dengan kondisi perasaan berbalas akan cenderung mengungkapkan perasaan saya agar hati saya lega. Awalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=64&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami Tak Ingin Disebut ’Pacaran’-<br />
Saya paham bahwa dalam Islam kita harus menjaga pandangan dan tidak boleh  bersentuhan. Namun, dalam kondisi tertentu hal tersebut sulit dijalankan. Saya pernah memiliki perasaan suka yang berbalas dengan seorang ikhwan. Saya adalah tipe orang yang dengan kondisi perasaan berbalas akan cenderung mengungkapkan perasaan saya agar hati saya lega. Awalnya hubungan kami dimulai dari SMS, <span id="more-64"></span>yang kemudian berlanjut dengan saling telepon. Pembicaraan pun awalnya tentang organisasi yang sama-sama kami ikuti, kemudian kegiatan sehari-hari. Lama-kelamaan, pembicaraan berkembang ke seputar hal yang sebenarnya tidak penting, yang lebih menjurus kepada pribadi masing-masing. Hubungan kami pun lebih dari teman biasa. Kata-kata yang meluncur dalam pembicaraan kami pun, yah, selayaknya orang pacaran. Namun tetap, kami tidak ingin hal itu disebut pacaran. Ketika menjalani hubungan tersebut, saya merasa tidak nyaman. Saya bagai penjahat di antara orang-orang baik. Saya memang merasakan adanya kesenangan dari hubungan ini. Diperhatikan, diajak bicara, dan sang ikhwan pun memang menyatakan bahwa proses ini adalah ta’aruf versi dia. Lumrah kan? Namun, karena lingkungan kami yang memang dekat dengan nilai agama, kami pun menyembunyikan hubungan kami. Guru ngaji dan teman-teman satu pengajian tidak ada yang mengetahui. Saat rapat organisasi pun, kami berusaha menekan perasaan, sehingga tidak nampak hubungan dekat di antara kami. Jadi, ketika keluarga saya mulai bertanya-tanya mengenai hubungan kami, saya pun bisa dengan mudah menjawab bahwa kami banya teman, karena statusnya memang tidak ada. (Akhwat,21 tahun, mahasiswi di Jakarta)</p>
<p>-Rencana Menikah 3 Tahun Lagi-<br />
Saya ketemu dengan dia di senat. Awalnya sih nggak ada motivasi yang jelas. Waktu itu dia sedang ada masalah. Kemudian dia menambatkannya ke saya. Akhirnya, seiring waktu, saya merasa bertambah dekat. Di mata dia, saya ini adalah orang yang bisa  memimpin dia dan kalau menyampaikan sesuatu tidak kaku. Akhirnya dia merasa, inilah yang dia cari. Saat itu saya sedang tidak dalam kondisi ‘mencari.’ Tapi ketika hubungan ini dijalani, saya merasa nyaman. Saya juga merasa dihargai atas pilihan ini. Saya masih tetap ikut liqo, dan saya percaya selama tidak berhenti mencari, hidayah akan datang. Tapi ada sejumlah hal yang belum bisa saya kompromikan; saya ngaji, tapi saya suka nonton, main PS (<em>play station</em>), kenalan dengan orang, tebar pesona. Mungkin orang melihatnya, ikhwan kok kayak gini? tapi saya jadi merasa seperti dihimpit dari mana-mana. Siapa saya, jati diri saya, identitas saya? Pergolakan batin, tentu ada, Bahkan saya sempat ingin keluar dari tarbiyah. Tapi pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa saya masih berproses, dan buat saya apa yang saya jalani ini adalah bagian dari proses saya. Saya nggak mau menyebut ini pacaran. <em>In a relationship</em>, mungkin tepatnya.  Biasanya kami SMS-an, telepon berjam-jam, ngobrol, main ke rumah. Kalau di kampus saling bantu kerjaan, nonton satu-dua kali, makan, jalan, dengan intensitas yang jarang. Dia memanggil saya Mas, saya panggil dia Adek. Kami bilang sayang, cinta, <em>I love you</em>, ya begitulah. Saya sudah berhubungan selama 2 bulan, dan menurut saya ini sudah sangat serius. Saya juga sudah kenal keluarganya. Rencana ke pernikahan jelas ada, yaaa…mungkin 3 tahun lagi deh. Kalau bicara soal putus, jadi agak aneh juga, sebab sewaktu dia putus dengan cowoknya dulu, itu karena ketika dia berubah menjadi lebih baik, tidak diikuti oleh cowoknya. Makanya saya merasa, saya yang harus mengarahkan, baiknya begini, seharusnya begini, begitu. Saya bilang, kita lanjutkan saja, dan siap dengan apapun hasilnya nanti. Yang penting saling mengikhlaskan satu sama lain, jangan jadi halangan untuk masing-masing. Jadi kalaupun kita putus, kita sudah siap, karena hubungan ini memang dibangun dengan banyak kompromi. (Ikhwan, mahasiswa di Depok)</p>
<p>-Hanya untuk Senang-senang-<br />
Sebagai seorang akhwat, aku dekat dengan lingkungan yang memahami ajaran Islam. Namun, kadang aku jenuh dengan aktivitasku dan membutuhkan tempat untuk menumpahkan isi hati. Aku sangat berharap teman-teman akhwatku dapat membantu. Tapi, mereka sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk mendengarkan keluh kesahku. Mulailah aku menjalin hubungan dengan seorang ikhwan. Kami tidak berpacaran, karena hal itu memang dilarang Islam. Namun, aku juga rnemiliki kebutuhan akan pemenuhan perasaan yang kumiliki. Hubungan inipun kujalani hingga akhirnya aku merasa memiliki dan tergantung padanya. Dia adalah kakak kelasku di SMA dan ketika aku kuliah banyak memberikan inforrnasi mengenai kehidupan kampus. Meski kami tinggal di kota yang berbeda, kami tetap berkirim SMS dan telepon. Ketika masa libur tiba, kami selalu bertemu di kota asal kami. Bersama teman-teman, kami menghabiskan liburan bersama, mulai dari mengunjungi sekolah, pergi ke mall, atau ke pantai. Tapi, semua itu kami lakukan masih dengan menjaga adab-adab pergaulan menurut Islam. Tidak berduaan dan tidak bersentuhan. Namun, kami tetap tidak bisa menjaga hati kami. Aku menjalani ini hanya untuk senang-senang saja. Belum terpikir untuk melangkah ke hubungan yang lebih lanjut karena kami masih terlalu muda. Hanya saja, yang membuat aku meneruskan hubungan ini adalah cara kami yang memasukkan unsur-unsur ibadah dalam hubungan ini. Kami membicarakan dakwah dan rekruitmennya, saling memberi tausiyah, bahkan mengingatkan untuk shalat wajib maupun tahajud. Itulah yang membuat kami merasa hubungan ini benar adanya, Banyak pihak telah memperingatkanku. Bahkan beberapa teman mengancamku akan melaporkan kepada guru ngaji. Namun, di saat perasaan sayang itu muncul, aku pun kebal dengan peringatan-peringatan. Lalu akhirnya, jalan HTS (hubungan tanpa status) pun tetap kupilih karena terlihat lebih mudah bagiku. (Akhwat, 20 tahun, mahasiswi di Jakarta)</p>
<p>-Hampir Setiap Hari Menelpon-<br />
Cerita saya bermula di bulan Ramadhan. Kala itu, saya membutuhkan pengisi acara untuk buka puasa bersama anak yatim yang diadakan BEM kampus. Akhirnya, salah seorang teman rnemberikan nomor kontak seorang ikhwan. Namun, di hari H, ikhwan itu tidak hadir karena sakit. Ia pun meminta maaf lewat SMS. Saya menanggapinya biasa saja, sebab sakit kan datangnya tanpa diundang. Beberapa waktu kemudian, ia mengontak untuk menanyakan kabar teman saya yang mengenalkan saya padanya. Tak dinyana, sejak itu ia terus mengontak saya via SMS. Awalnya SMS yang ia kirimkan biasa-biasa saja. Namun, lama-kelamaan, intensitasnya meningkat dan melebihi kadar kebiasaan. Isinya pun kebanyakan hal yang tidak penting. Saya selalu membalas SMS-nya, karena saya orangnya <span style="text-decoration:underline;">nggak enakan</span>. Apalagi, saat itu bulan Ramadhan, ia sering SMS  menanyakan puasa dan tarawih, juga membangunkan saya untuk makan sahur. Kemudian ia mulai menanyakan boleh tidak kalau menelepon, karena lebih leluasa dibanding SMS. Awalnya saya tolak. Saya takut ini akan melebar ke mana-mana, Tapi akhirnya saya iyakan, karena lagi-lagi saya <span style="text-decoration:underline;">merasa nggak enak</span>. Hampir setiap hari ia menelepon. Kalau dia nggak menelepon, saya yang meneleponnya. Dalam SMS-nya kadang ia menyelipkan kata-kata &#8220;<em>I miss you</em>&#8221; atau menyapa dengan “hai Say!&#8221; Kami juga cepat nyambung karena ia tipe senang bercerita dan saya pendengar yang baik. Jadi klop. Seiring waktu, rasa suka terhadap dia pun mulai tumbuh. Padahal, belum sekalipun saya bertemu muka dengannya. Saya merasa senang dengan hubungan ini karena saya merasa ada yang memperhatikan. Saya terlena. Saya tahu ini tidak boleh. Tapi saya seperti mendapat pembenaran karena ia telah lebih dahulu mengaji dibanding saya. Hubungan kami seperti orang pacaran. Bedanya, ada atribut ikhwan dan akhwat yang melekat pada kami, dan sama-sama tahu bagaimana adab bergaul dalam Islam. Alhamdulillah…itu semua sudah berlalu. (Akhwat, 24 tahun, mahasiswi di Jakarta)</p>
<p>-Berharap Bisa Menikah dengan Dia-<br />
Saya menjalin hubungan dengan ikhwan X ketika sama-sama sudah tarbiyah, di kampus dulu, kira-kira 4 tahun yang lalu. Awalnya saya dan dia curhat mengenai masalah yang sama-sama kami rasakan dalam tarbiyah. Lama kelamaan, mengalir begitu saja. Mungkin karena dia lebih tua, saya pikir saya bisa menjadikan dia seperti kakak. Tapi malah bablas… Kami lebih sering berkomunikasi lewat SMS dan telepon. Kalau ada masalah, saya curhat ke dia, karena saya sudah menganggap dia seperti kakak sendiri. Kalau butuh apa-apa, ya saya ke dia. Dibanding dia, saya yang lebih banyak curhat. Dan saya selalu enjoy dengan solusi yang diberikannya. Selain itu, dia juga care. Kadang dia bilang di SMS-nya, &#8220;Met kerja, Say!&#8221; Tapi itu baru di tahun ini, sebelumnya tidak pernah begitu. Kalau dari saya, paling saya memanggil dia dengan &#8220;Mas“ atau “Kakakku yang ganteng&#8221;. Saya akui saya ada ‘rasa‘ sama dia. Dia pun saya nilai begitu juga. Namun kita sama-sama memberi kebebasan kalau mau taaruf dengan ikhwan atau akhwat lain. Setiap masing-masing kami bertaaruf, kami saling memberi tahu. Tapi sampai sekarang, belum menemukan yang cocok. Saya juga pernah coba pancing dia dengan ngomong, lebih baik kita menikah. Tapi dia selalu cari alasan, dan bilang, ya kita jalani dulu saja. Dulu saya pernah ta’aruf sama ikhwan lain, hampir mau nikah. Tapi nggak jadi karena saya sudah telanjur bergantung sama X. Setiap saya taaruf dengan ikhwan lain, saya suka membanding-bandingkannya dengan X. Saya juga jadi ragu untuk melanjutkan ke pernikahan. Kalau misalnya jadi, kasihan suami saya kalau dia tahu saya punya TTM (Teman Tapi Mesra). Saya ingin meng-cut hubungan ini dengan mencoba ‘menghilang’ dari dia, sama sekali tidak ada komunikasi. Tapi itu hanya bisa bertahan satu minggu. Saya berharap hubungan yang sudah sekian lama terjalin ini nggak sia-sia dan kami akan menikah. Tapi kalau memang belum bisa menikah dengan dia, saya ingin dia yang meng-cut. Saya nggak bisa bilang kalau dia bukan jodoh saya. Karena jodoh atau bukan kan kita tahu kalau sudah ada usaha. Sedang dia kan belum usaha. Kalau misalnya dia menikah dengan akhwat lain, mungkin saya sedih beberapa hari saja. Memang bukan jodoh, dan saya akan membuka hati untuk calon suami saya. Tapi, saya belum yakin, apakah saya bisa melakukan itu. (Akhwat, 25 tahun, fresh graduate dari Semarang)</p>
<p>diunduh dari.<em> http://beranda.blogsome.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiaifa.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiaifa.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiaifa.wordpress.com&amp;blog=8113414&amp;post=64&amp;subd=ukhtiaifa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiaifa.wordpress.com/2009/07/20/hubungan-tanpa-status/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5639c41044dac383ed84412770442827?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ukhtiaifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
